Wasiat Buat Kaum Materialis

Posted by Unknown Kamis, 27 Februari 2014 1 komentar

Wasiat Buat Kaum Materialis

Salah seorang sahabat yang amat dikenal kezuhudannya adalah Abu Dzar al-Ghifari. Khalid Muhammad Khalid, dalam kitab rijal Haul al-Rasul (Biografi 60 sahabat Nabi, edisi terjemahan), menyebut bahwa Abu Dzar berasal dari Bani Fhifar. Ghifar adalah suatu kabilah yang tidak mengenal siapa sasarannya ketika membegal di jalanan. Mereka sangat dikenal sebagai biang keladi perampokan ilegal. Mereka adalah sahabat malam dan kegelapan. Celakalah orang yang kesasar atau jatuh ke tangan orang-orang Ghifar dalam perjalanan malam.

Namun abu Dzar menghadap Nabi SAW menyatakan keislamannya. Ia juga berhasil berdakwah di kabilahnya sehingga bani Ghifar menjadi muslim yang taa, tak lagi dikenal sebagai kelompok penjagal, mengedepankan materi demi mencapai kenikmatan duniawi.
Dewasa ini, pola hidup yang dialami bani Ghifar sebelum keislaman mereka masih banyak terjadi di tengah-tengah masyarakat. Demi memenuhi syahwat duniawi, mereka halalkan segala cara. Tidak saja milik pribadi seseorang, kekayaan negara pun bisa mereka rampok. Tidak saja di tengah malam yang kelam, di tengah siang bolong pun mereka beraksi.

Lalu kenapa Abu Dzar berhasil mengubah sikap kaumnya menjadi taat kepada Allah? Ternyata ditemukan beberapa hadis tentang adanya wasiat Rasulullah SAW kepada Abu Dzar yang menjadi pendorongnya untuk berdakwah dan mengubah perilaku diri dan masyarakatnya.
Satu diantara hadis tentang wasiat itu adalah diriwayatkan oleh Imam Ahmad, ath-Thabrani, Ibn Hibban dan lainnya, dimana Abu Dzar r.a. berkata:”Kekasihku (Rasulullah) SAW berwasiat kepadaku dengan 7 (tujuh) hal.”

Adapun tujuh wasiat itu adalah: pertama, “mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka.” Rasulullah SAW dikenal sangat dekat dengan orang-orang lemah (mustadh’afin). Bahkan sahabat-sahbatnya di era awal (assabiqun al-awwalun) kebanyakan mereka adalah berasal dari kelompok lemah. Karena itu ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW mendapat respons yang sangat besar dikala itu. Sebab, masyarakat Arab yang dikenal dengan era Jahiliyah itu menampilkan strata sosial dengan pemisahan yang demikian tegas antara kelompok kaya dan miskin. Penindasan kaum kaya lagi kuat begitu nyata terhadap kaum yang lemah, bahkan mereka diperbudak, dirampas kebebasan dan hak-hak kemanusiaannya.


Di era modern dewasa ini, kesenjangan sosial masih saja terasa. Orang-orang lemah lagi miskin masih terlihat jelas di seantero nusantara ini. Maka cintailah mereka dengan memberikan bantuan, perhatian dan juga mendoakan mereka agar terbebas dari kemiskinan.

Para pemimpin sejatinya berpihak pada mereka, berupaya mengangkatnya dari penderitaan dan kesusahan, baik yang diakibatkan oleh kemiskinan maupun kebodohan. Bukan justru menjadikan mereka objek sekaligus alat untuk melanggengkan kekuasaan dengan mengatasnamakan “rakyat” tetapi justru merampas hak-hak mereka. Bukankah korupsi bentuk konkrit dari penindasan dan perampasan hak-hak si miskin?

Kedua, “lihatlah orang yang berada di bawah dan tidak melihat kepada orang yang berada di atas.” Tidak bisa disangkal, salah satu penyebab kerakusan manusia adalah ketika membandingkan dirinya dengan orang lain yang lebih sukses dalam urusan duniawi. Akibatnya, rasa dengki pun tumbuh subur. Mereka cenderung menghalalkan segala cara agar bisa sebanding dengan yang di atas. Jika keinginan itu tidak tercapai, maka mereka cenderung mengalami stres hingga depresi. Kebahagiaan dan ketenangan hidup pun tak lagi mereka rasakan.

Karena itu, perbanyaklah melihat ke bawah. Berbagai persoalan hidup yang sulit dihadapi dengan lapang dada (sabar dan ridha). Sebab ujian yang ditimpakan dalam setiap kehidupan tidak saja kita sendiri yang mengalaminya, tetapi masih ada orang lain yang lebih menderita; jadikanlah mereka sebagai pelajaran. Maka hanya sabar dan syukur yang menjadi pilihan. Dengan begitu pola hidup materialis dan hedonis tak lagi menjadi tujuan dan kebanggaan.

Ketiga, “menyambung silaturrahim meskipun mereka berlaku kasar pada-ku.” Kemajuan suatu bangsa tidak akan dapat terwujud tanpa persatuan dan kesatuan. Namun untuk merajut persatuan dan kesatuan itu tidaklah mudah. Ada saja orang-orang yang berlaku dan berkata kasar sehingga mengakibatkan perpecahan antara sesama. Karena itu, Rasul mewasiatkan agar tetap menyambung silaturrahim dengan mereka.

Di sinilah dibutuhkannya jiwa yang lembut lagi pemaaf. Demi mengedepankan persatuan dan kesatuan, seseorang yang mengaku umat Muhammad dan mencintainya, harus rela memaafkan dan membuang rasa dendam. Dan sifat itu pulalah yang dimiliki oleh hamba yang bertakwa (QS. Ali Imran/3:134).

Keempat, “memperbanyak ucapan la haula wala quwwata illa billah” (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah). Ucapan ini mendidik setiap mukmin untuk menyandarkan dirinya hanya kepada Allah SWT. Setiap mukmin haruslah bertawakkal kepada-Nya.

Di satu sisi mereka tetap tekun berusaha, tetapi hati mereka tetap bergantung pada Allah. Haruslah disadari bahwa manusia adalah makhluk yang lemah, hanya Allah-lah yang dapat memberikan pertolongan.

Dampak dari sikap tawakkal seperti ini adalah senantiasa mengingat Allah di setiap aktivitas yang dilakukannya. Ketika muncul kondisi yang menggoda mereka untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan perintah Allah, di saat itu mereka akan mengingat Allah sehingga godaan itu dihindarkan. Sebab itu mereka senantiasa dicintai Allah (QS. Ali Imran/3: 159).

Kelima, “katakanlah kebenaran meskipun pahit.” Ketika kebenaran diperjuangkan, kebathilan pun selalu mengiringinya. Maka butuh keberanian (syaja’ah) untuk mengatakan dan memperjuangkan kebenaran tersebut. Namun ketika kebenaran itu tak lagi populer, akan ditemukan sejumlah rintangan. Di sinilah dibutuhkan pengorbanan, meskipun resiko yang diperoleh sangat “pahit” dan menyakitkan.

Keenam, “tidak takut celaan orang yang mencela dalam berdakwah kepada Allah.” Dalam memperjuangkan kebenaran, celaan dan cercaan kerap kali menghadang. Karena itu, Rasul mewasiatkan agar tetap berani dan tidak takut (jubun) dalam berdakwah, mengajarkan ajaran Allah.

Kegiatan dakwah tidak boleh terhenti hanya karena mendapat cacian. Perjuangan dakwah juga tidak boleh menyimpang karena mendapat dukungan dan pujian dari pihak-pihak tertentu. Dakwah dilakukan mesti tetap konsisten dan lurus atas niat ikhlas karena Allah semata. Hanya Allah-lah yang berhak menganugerahkan kemuliaan bagi hamba-hambaNya yang selalu berjuang dan menolong agama Allah (QS. Muhammad/47:7).

Ketujuh, “jangan meminta-minta sesuatu pun kepada manusia.” Sebagai hamba yang diperintahkan bertawakkal kepada-Nya, maka seorang mukmin tidaklah patut untuk meminta-minta kepada sesama manusia; apalagi menyerahkan diri kepada sesama manusia.

Syekh Sulaiman al-Rasuli dalam kitabnya “Izalat al-Dhalal fi Tahrim al-Idza’ wa al-sual” menegaskan bahwa ada 3 (tiga) kemudaratan meminta-minta. Pertama, orang yang meminta-minta itu memperlihatkan jelas kepada Allah atas kurangnya nikmat yang diterimanya. Kedua, meminta-minta merupakan perbuatan yang menghinakan diri si peminta-minta, dan orang mukmin sejati tidak akan pernah merendahkan dan menghinakan dirinya di depan orang lain. Ketiga, membuat orang yang memberi merasa kesusahan atas permintaan tersebut dikarenakan si peminta-minta tidak pantas untuk diberi karena keadaannya tidak dalam kesusahan dan pada sisi lain merasa iba kepada si peminta-minta tersebut.
Namun Syekh Sulaiman juga mengemukakan bahwa meminta-minta itu dibolehkan dalam keadaan terpaksa, seperti orang yang sangat lapar dan takut mati karena kelaparan tersebut, akan tetapi perilaku meminta-minta mesti dijauhi sedapat mungkin.

Meminta-minta juga tidak saja dipahami dalam konteks orang-orang miskin yang meminta-minta di jalanan. Tetapi lebih luas dari itu, larangan ini juga berlaku pada orang-orang yang meminta jabatan pada seseorang. Rasul bersabda:”Wahai Abdurahman Ibn Samurah, janganlah engkau meminta jabatan! Sungguh bila engkau diberi jabatan karena memintanya niscaya engkau akan dibuat tergantung (susah) kepadanya. Sedangkan bila engkau diberi tanpa memintanya, engkau akan ditolong untuk menunaikannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tujuh wasiat di atas pada hakikatnya tidak saja berlaku pada Abu Dzar saja, namun juga kepada semua umat manusia, terutama orang-orang yang mengaku sebagai umat Muhammad. Tujuh wasiat itu masih tetap relevan, terutama bagi masyarakat modern yang kerap kali terjerumus pada kehidupan yang materialis, hedonis dan melupakan hari akhirat. Wallahu a’lam.(*)
Sumber:    
Dari koran Padang Ekspres, Jum'at 21 Februari 2014 Halaman 4; Penulis, Muhammad Kosim (Kasi PAI pada Pendidikan Menengah, Bidang PAKIS Kanwil Kemenag Sumbar), ditulis ulang oleh Admin

Baca Selengkapnya ....

PRESTASI SANTRI

Posted by Unknown Kamis, 06 Februari 2014 0 komentar

PRESTASI SANTRI PESANTREN HAMKA

Banyak sekali prestasi-prestasi yang pernah diraih oleh santri Pesantren Hamka. Semenjak berdiri pada tahun 1991 para santrinya telah banyak mengukir prestasi diberbagai pertandingan dan perlombaan. Begitu juga dibidang akademis anak-anak pesantren hamka selalu saja lulus 100 % dalam Ujian Akhir Nasional (UN) bahkan diantaranya ada yang mendapat peringkat I.

Beberapa prestasi santri Pesantren Hamka yang diraih pada tahun 2014:

  1. Peringkat I Nilai UN Tertinggi se Kab. Padang Pariaman SMP PMT Prof. DR. Hamka TP. 2012-2013 dan Peringkat V se Sumatera Barat. (Lulus UN 100%)
  2. Juara Umum Putra Kejuaraan Tapak Suci se Sumatera di Padang tahun 2013.
  3. Juara I Festival Nasyid Antar SMA se Sumatera Barat tahun 2013.
  4. Juara I Lomba Asma’ul Husna Antar SMA Se Kab. Padang Pariaman (2012).


Baca Selengkapnya ....

Donatur Pesantren Hamka 2014

Posted by Unknown Senin, 03 Februari 2014 0 komentar

Donatur Pesantren Hamka 2014


Yayasan Wawasan Islam Indonesia (YWII) Pesantren Modern Terpadu Prof. DR. HAMKA ini adalah milik umat Islam. Dia lahir dan tumbuh sampai sekarang karena bantuan dari umat Islam dari berbagai kalangan baik dari kalangan personal maupun dari Lembaga/Perusahaan serta Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah bahkan juga bantuan dari para alumninya. Karena seperti kita ketahui Pesantren Hamka yang berdiri semenjak tahun 1991 telah banyak melahirkan alumni-alumni dan diantaranya ada yang sudah berhasil dan sukses.
Pesantren ini masih dapat tetap berdiri kokoh karena selama ini selalu dibantu oleh semua pihak yang merasa memiliki tanggung jawab dan kewajiban memajukan pendidikan dan memperkuat eksistensi Islam di dalam sendi-sendi kehidupan manusia.

Oleh karena itu sebagai pengelola Pesantren Modern Terpadu Prof. DR. HAMKA, Yayasan Wawasan Islam Indonesia (YWII) selalu membuka tangan menerima sumbangan dari semua donatur yang berkenan mengulurkan tangannya membantu untuk meningkatkan mutu pendidikan, mutu sarana prasarana, mutu dan kualitas layanan. Dan yayasan juga membuka tangan menerima sumbangan dari semua pihak yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai pesantren (guru dan karyawan) agar mereka semakin bersemangat mengabdikan diri mereka untuk kemajuan Pesantren Hamka ini. Karena tidak mungkin sebuah lembaga pendidikan akan bisa maju jika kesejahteraan pegawainya tidak diperhatikan.
Sekecil/sebesar apapun sumbangan yang Bapak/Ibu/Saudara/Saudari berikan kepada Pesantren Hamka sangat berarti sekali dan kami akan mencatatnya serta mempertanggungjawabkan pemanfaatannya.

O ya, mulai bulan Januari yang baru lalu sampai dengan bulan Juni 2014 Pesantren Hamka sedang gencar melakukan promosi dalam rangka merekrut calon-calon santri dan santriwati baru. Berbagai usaha  dilakukan diantaranya bikin brosur, spanduk, baliho, iklan di koran bahkan kalau mungkin iklan di TV. Semua itu tentu membutuhkan dana yang cukup besar, namun yayasan tidak memiliki dana untuk ini, karena itu

Tata Cara Memberikan Sumbangan:

Agar sumbangan yang Bapak/Ibu/Saudara/Saudari berikan kepada Yayasan Wawasan Islam Indonesia (YWII) Pesantren Modern Terpadu Prof. DR. HAMKA ini dapat sampai dan termonitor serta dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya kami harap Bapak/Ibu/Saudara/Saudari dapat mengikuti prosedur berikut ini:
  1. Silakan Bapak/Ibu/Saudara/Saudari hubungi No. HP Pak Herison. A 0812 6688 0460 (Sekretaris YWII PMT Hamka) untuk menyampaikan maksud Bapak/Ibu/Saudara/Saudari yang akan memberikan bantuan dan akan menransfernya ke rekening Pembangunan Yayasan Wawasan Islam Indonesia (YWII) Pesantren Modern Terpadu (PMT) Prof. DR. HAMKA (YWII PMT Prof. Dr. HAMKA) di BRI No. Rekening 5491-01-005706-53-2.
  2. Langkah selanjutnya silakan Bapak/Ibu/Saudara/Saudari melakukan transfer sejumlah yang direncanakan ke nomor rekening tersebut di atas.
  3. Kemudian selesai langkah ke-2 dilakukan mohon Bapak/Ibu/Saudara/Saudari konfirmasi ke No.HP tersebut di atas dengan format SMS sebagai berikut: "Nama Lengkap Donatur, Alamat,Transfer Tgl, Nilai Sebesar Rp. ....., donatur tetap/tidak tetap*"
Contoh SMS: 
Amir, Jakarta, Jum'at/07-02-2014 transfer ke rek. 5491-01-005706-53-2, Rp.1.000.000, donatur tetap
 Amir, Jakarta, Jum'at/07-02-2014 transfer ke rek. 5491-01-005706-53-2, Rp.1.000.000, donatur tidak tetap
Note:  * Jika Bapak/Ibu/Saudara/Saudari berkeinginan menjadi donatur tetap Yayasan Wawasan Islam Indonesia (YWII) Pesantren Modern Terpadu Prof. DR. HAMKA, mohon ditambahkan dengan "donatur tetap".
Jika 3 langkah mudah tersebut sudah Bapak/Ibu/Saudara/Saudari lakukan, setelah SMS kami terima maka Bendahara Yayasan kami akan segera melakukan pengecekan ke Rekening Bank BRI. Jika sudah masuk, maka secepatnya Bapak/Ibu/Saudara/Saudari kami SMS mengabarkan bantuan Bapak/Ibu/Saudara/Saudari sudah kami terima dengan baik, dan mengucapkan terima kasih.
Selanjutnya untuk menjamin transparansi dan menjaga kepercayaan donatur kepada yayasan maka setiap bantuan yang diterima akan kami cantumkan pada Tabel 01 di bawah ini dan ke dalam Buku Daftar Donatur di Kantor Yayasan.
Selanjutnya untuk apa saja digunakan bantuan donatur juga akan kami laporkan dan kami tulis ke dalam Tabel 02 di bawah ini dan ke dalam Buku Pengeluaran Yang Dananya Bersumber dari Donatur di Kantor Yayasan.

Tabel 01: Daftar Pemasukan Dana Yang Bersumber Dari Donatur Personal/Lembaga/Perusahaan Tahun 2014

No Nama Donatur Alamat Tgl.Terima Nilai (Rp)
1 Ilham (ikatan Alumni Hamka Padang
2 juta
2 Bpk. Taslim, S.Si
(Angg DPD RI)


utk Spanduk dan
Baliho PSB
3 Bpk. Arif Thamrin Jkt 3/5-15 1 juta





Tabel 02: Laporan Pengeluaran Dana Yang Bersumber Dari Sumbangan Donatur Tahun 2014

No Digunakan UntukTgl.dimulai Rampung Nilai (Rp)
1 Bikin Spanduk 10 buah,
Baliho 1 buah
Baju Club Olah Raga 18 buah



2 Bikin Spanduk PSB 5 buah
dan Baliho PSB 5 buah














Atas perhatian dan bantuan Bapak/Ibu/Saudara/Saudari berikan kepada Yayasan Wawasan Islam (YWII) Pesantren Modern Terpadu (PMT) Prof. DR. Hamka, kami menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya, semoga semua ini menjadi amal jariah bagi Bapak/Ibu/Saudara/Saudari dan menjadi berkah bagi YWII PMT Prof. Dr. Hamka dan santri yang menempuh pendidikan di sini. Amiinn ya rabbal alamin.

Sarana dan Prasarana:

Berikut ini kami sampaikan beberapa informasi tentang sarana dan prasarana pesantren yang perlu direnovasi, dibangun baru, dirampungkan atau diperbaiki.
  1. Membangun baru Masjid Babussalam
  2. Merampungkan Pondokan Kepala Asrama (sudah siap 70%)
  3. Membangun baru Pondokan Pembina dan Karyawan
  4. Renovasi Pondokan/Asrama Muhammad Abduh


Baca Selengkapnya ....

Laporan Pertanggungjawaban OPPH

Posted by Unknown Minggu, 02 Februari 2014 1 komentar

Laporan Pertanggungjawaban OPPH

Pada hari Kamis 30 Januari 2014 bertempat di Aula Pesantren Modern Terpadu Prof. DR. HAMKA telah diselenggarakan Acara Laporan Pertanggungjawaban OPPH Periode 2013/2014. Acara ini dilangsungkan sekitar jam 08.30 sampai jam 11.30. Alhamdulillah semuanya dapat berjalan dengan baik sesuai rencana.

Tampak hadir dalam acara ini selain dari pada semua santri Pesantren Modern Terpadu Prof. DR. HAMKA - PMT Hamka - juga tampak hadir para alumninya, guru-guru ustadz ustadzah, Karyawan, Kepala Sekolah dan Wakil, Pimpinan dan Sekretaris Pesantren, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara Yayasan, dan lain-lain.

Seperti sebagaimana biasanya, semua persiapan dan pelaksanaan acara ini sebahagian besar adalah dengan melibatkan kreatifitas, motivasi (semangat), dan kerja sama yang baik dari semua santri. Mereka berhasil menyatukan kemampuan masing-masing untuk mewujudkan sebuah acara yang mengagumkan yaitunya Acara Pergantian Kepengurusan ORGANISASI PELAJAR PESANTREN HAMKA (OPPH) dari pengurus periode 13/14 kepada pengurus periode 14/15.

Kegiatan-kegiatan seperti ini diadakan sangat besar manfaatnya bagi anak-anak, ini adalah pembelajaran, ini adalah pendidikan. Anak-anak belajar berorganisasi, anak-anak belajar memimpin, bekerja sama, belajar menyatukan kemampuan menjadi sebuah karya. Banyak hal yang didapat dari kegiatan-kegiatan seperti ini.

Berikut beberapa Screenshot yang dapat penulis ambil dari acara tersebut:






Baca Selengkapnya ....

PEMBERITAHUAN

Posted by Unknown Selasa, 07 Januari 2014 0 komentar

Pemberitahuan




Diberitahukan kepada Orang tua Santri bahwa pembayaran Uang SPP dan Uang Pembangunan dapat dilakukan :
1.   Melalui Rekening BRI No. 5491-01-005706-53-2 atas nama YWII PMT Prof. DR. HAMKA. Silakan Anda lihat Contoh Pengisian Slip Penyetoran (Deposit Slip) Bank BRI untuk pembayaran Uang Bulanan, Uang Pembangunan Santri/Santriwati.
Setelah melakukan pembayaran, mohon segera di SMS ke No. HP 0812 6696 9399 (Syamsul Bahri) dengan contoh SMS sebagai berikut: 
Tgl 15Des13 Saya sudah setor ke rek. Yayasan di BRI Rp. ...
utk UB Des13 & UP anak saya Nama.... NIS... Kls....

2.   Ke Kantor Yayasan Wawasan Islam Indonesia Pesantren Modern Terpadu (PMT) Prof. DR. HAMKA  setiap hari (Senin sampai Minggu) pada Jam 08.30 sampai 15.00 melalui petugas:
Catatan:
Penyerahan Uang selain dari pada yang tersebut di atas tidak diperkenankan

CONTOH PENGISIAN SLIP PENYETORAN (DEPOSIT SLIP) BANK BRI
UNTUK PEMBAYARAN UANG BULANAN, UANG PEMBANGUNAN SANTRI/SANTRIWATI

Agar supaya kami mengetahui dengan jelas untuk apa kegunaan uang yang Bapak/Ibu setorkan ke Rekening YWII PMT PROF. DR. HAMKA Nomor Rekening 5491-01-005706-53-2, maka diperlukan sekali mengisi slip penyetoran sesuai dengan contoh pengisian di bawah ini:

Baris Keterangan/Remarks yang ditunjuk oleh panah ini harus diisi menurut contoh format berikut:
                                         


Keterangan :
  1. Nama Santri: Jika namanya terlalu panjang, boleh disingkat ujung namanya 
  2. NIS (Nomor Induk Siswa) wajib diisikan, karena sebagaimana diketahui NIS tiap santri pasti berbeda sehingga akan dapat mencegah terjadinya kesalahan memasukkan ke pembukuan. 
  3. UB =  Uang Bulanan. UB/Bulan/Tahun. Nama bulannya boleh disingkat saja (contoh: Des). 
  4. UP (Uang Pembangunan) cukup ditulis UP dan nilai yang akan dibayarkan (contoh: UP2jt = ini artinya Uang Pembangunan dibayar Rp.2000.000,-).
Contoh pengisian 1 (jika hanya bayar UB): Umpamanya anak Anda Namanya ELVINA KURNIATI Nomor NIS 2012. 015  hendak dibayarkan hanya UB Desember 2013 Rp.750.000,-, maka Anda harus menuliskannya seperti di bawah ini:
ELVINA .K  |2012. 015  |UB/DES/13
Contoh pengisian 2 (jika bayar UB dan UP): Umpamanya anak Anda Namanya ELVINA KURNIATI Nomor NIS 2012. 015  hendak dibayarkan UB Desember 2013 Rp.750.000,- dan UP sebanyak Rp.2000.000,-, maka Anda harus menuliskannya seperti di bawah ini:
ELVINA .K  |2012. 015  |UB/DES/13 |UP2jt
Contoh pengisian 3 (jika bayar UB  sekaligus titip belanja untuk anak): Umpamanya anak Anda Namanya ELVINA KURNIATI Nomor NIS 2012. 015  hendak dibayarkan UB Desember 2013 Rp.750.000,- dan untuk uang jajan Rp.200.000,-, maka Anda harus menuliskannya seperti di bawah ini:
ELVINA .K  |2012. 015  |UB/DES/13 |jajan200

Pasar Usang, Januari 2013
Bendahara YWII
dto
Kurnadihana


Baca Selengkapnya ....

Cara Pembayaran Uang Bulanan dan Pembangunan

Posted by Unknown Senin, 16 Desember 2013 0 komentar

Cara Pembayaran Uang Bulanan dan Pembangunan

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Uang Bulanan disingkat UB & Uang Pembangunan disingkat UP yang dipungut dari orang tua/wali santri merupakan sumber bagi Yayasan Wawasan Islam Indonesia Pesantren Modern Terpadu Prof. DR. Hamka untuk membiayai operasional pesantren. Karena itu jika pembayaran keduanya macet maka akan berpengaruh kepada proses belajar mengajar, perawatan sarana prasarana dan lain-lain.

Sebagaimana kita ketahui Biaya Operasional pesantren itu jauh lebih besar dari biaya operasional sekolah umum. Mengapa demikian? karena selain biaya untuk pendidikan di sekolah, pesantren juga membutuhkan dana untuk biaya makan di asrama, biaya kesehatan, biaya pembangunan dan perawatan sarana prasarana asrama dan lain-lain yang mana semuanya itu tidak ditemukan di sekolah umum. Nah semuanya itu dananya diambilkan dari Uang Bulanan dan Uang Pembangunan.

Kami sangat menyayangkan bahwa sampai saat ini masih ada sebagian kecil orang tua santri yang masih melalaikan kewajibannya sehingga UB dan atau UP anaknya terlambat dibayar bahkan ada yang tunggakannya lumayan besar.

Pada kesempatan ini kami ingin menyampaikan PEMBERITAHUAN kepada Orang Tua/Wali Santri Pesantren Modern Terpadu Prof. DR. HAMKA beberapa hal:

  1. Mulai Januari 2014 kami bertekad akan memperketat pemungutan UB dan UP ini sehingga paling lambat bulan Maret 2014 tidak ada lagi tunggakan.
  2. Untuk mencapai hal tersebut maka kami sangat membutuhkan kerja sama dari semua santri dan orang tua/wali santri.
  3. Kami sarankan agar Orang tua/Wali santri TIDAK menitipkan Uang Bulanan atau Uang Pembangunan kepada anak santri karena hal itu sama saja dengan memberi kesempatan kepada santri untuk menyalahgunakan uang tersebut (ingat: seringkali niat muncul karena ada kesempatan). 
  4. Jika Orang tua/Wali Santri tidak sempat mengantarkan uang tersebut ke pesantren, kami SARANKAN agar menyetornya ke REKENING YWII PMT Prof. DR. HAMKA di Bank BRI   dengan Nomor rekening 5491-01-005706-53-2. Lihat Pedoman Pengisian Slip Penyetoran
  5. Jika cara ke-4 di atas yang Bapak/Ibu lakukan, maka setelah selesai membayarnya segera SMS ke pak Syamsul Bahri (bendahara) No. HP 0812 6696 9399 dengan contoh SMS : Tgl 15Des13 saya sudah setor ke rek. yayasan di BRI Rp..... utk UB Des13 dan UP2jt anak saya Nama.... NIS... Kls.... Kemudian orang tua/wali mengabari dan menyuruh anak untuk datang ke Yayasan membawa Kartu SPP-nya untuk diisi, diparaf dan distempel oleh bendahara sebagai tanda sudah lunas.
  6. Menyuruh santri untuk mengingatkan orang tua/wali bahwa ada kewajiban yang belum dilunasi.
  7. Jika cara pada no. 6 belum memberikan hasil, mulai tanggal 11 s/d 15 Yayasan akan SMS orang tua/wali santri mengingatkan bahwa ada kewajiban yang belum dilunasi.
  8. Jika cara pada no. 7 tidak ditanggapi oleh orang tua/wali santri, maka dengan berat hati terpaksa diambil tindakan tegas yaitu kemungkinan besar anak santri tersebut dipulangkan dan baru dapat kembali jika kewajibannya sudah diselesaikan.
  9. Tunggakan UB dan UP yang sudah ada sampai dengan Desember 2013, wajib dilunasi orang tua/wali paling lambat pada tanggal 5 Januari 2014. Jika tidak dilunasi dengan sangat terpaksa anak kita tidak diizinkan masuk asrama.
Demikianlah kami sampaikan, semoga Bapak/Ibu dapat memakluminya. Terima kasih atas perhatian, mohon maaf jika ada yang janggal dalam penyampaian ini.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Baca Selengkapnya ....

Buya Hamka

Posted by Unknown Jumat, 26 April 2013 0 komentar

Buya Hamka

Buya Hamka lahir 17 Februari tahun 1908, di desa kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, dan meninggal di Jakarta 24 Juli 1981. Nama lengkapnya adalah Haji Abdul Malik Karim Amrullah, disingkat menjadi HAMKA. Beliau adalah seorang ulama, aktivis politik dan penulis Indonesia yang amat terkenal di bumi Nusantara
Beliau dipanggil dengan sebutan Buya, yaitu panggilan buat orang Minangkabau yang berasal dari kata abi, abuya dalam bahasa Arab, yang berarti ayah kami, atau seseorang yang dihormati.
Ayahnya adalah Syekh Abdul Karim bin Amrullah, yang dikenal sebagai Haji Rasul, yang merupakan pelopor Gerakan Islah (tajdid) di Minangkabau, sekembalinya dari Makkah pada tahun 1906.
HAMKA mendapat pendidikan rendah di Sekolah Dasar Maninjau hingga Darjah Dua. Ketika usia HAMKA mencapai 10 tahun, ayahnya telah mendirikan Sumatera Thawalib di Padang Panjang. Di situ HAMKA mempelajari agama dan mendalami bahasa Arab. HAMKA juga pernah mengikuti pengajaran agama di surau dan masjid yang diberikan ulama terkenal seperti Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjoparonto dan Ki Bagus Hadikusumo.
Hamka adalah seorang otodidiak dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan seperti filsafat, sastra, sejarah, sosiologi dan politik, baik Islam maupun Barat. Dengan kemahiran bahasa Arabnya yang tinggi, beliau dapat menyelidiki karya ulama dan pujangga besar di Timur Tengah seperti Zaki Mubarak, Jurji Zaidan, Abbas al-Aqqad, Mustafa al-Manfaluti dan Hussain Haikal. Melalui bahasa Arab juga, beliau meneliti karya sarjana Perancis, Inggris dan Jerman seperti Albert Camus, William James, Sigmund Freud, Arnold Toynbee, Jean Paul Sartre, Karl Marx dan Pierre Loti. Hamka juga rajin membaca dan bertukar-tukar pikiran dengan tokoh-tokoh terkenal Jakarta seperti HOS Tjokroaminoto, Raden Mas Surjoparonoto, Haji Fachrudin, Ar Sutan Mansur dan Ki Bagus Hadikusumo sambil mengasah bakatnya sehingga menjadi seorang ahli pidato yang handal.
  1. Hamka mula-mula bekerja sebagai guru agama pada tahun 1927 di Perkebunan Tebing Tinggi, Medan dan guru agama di Padangpanjang pada tahun 1929.
  2. HAMKA kemudian dilantik sebagai dosen di Universitas Islam, Jakarta dan Universitas Muhammadiyah, Padangpanjang dari tahun 1957 hingga tahun 1958.
  3. Setelah itu, beliau diangkat menjadi Rektor Perguruan Tinggi Islam, Jakarta dan Profesor Universitas Mustopo, Jakarta.
  4. Dari tahun 1951 hingga tahun 1960, beliau menjabat sebagai Pegawai Tinggi Agama oleh Menteri Agama Indonesia, tetapi meletakkan jabatan itu ketika Sukarno menyuruhnya memilih antara menjadi pegawai negeri atau bergiat dalam politik Majlis Syura Muslimin Indonesia (Masyumi).
Hamka adalah seorang otodidiak dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan seperti filsafat, sastra, sejarah, sosiologi dan politik, baik Islam maupun Barat. Dengan kemahiran bahasa Arabnya yang tinggi, beliau dapat menyelidiki karya ulama dan pujangga besar di Timur Tengah seperti Zaki Mubarak, Jurji Zaidan, Abbas al-Aqqad, Mustafa al-Manfaluti dan Hussain Haikal. Melalui bahasa Arab juga, beliau meneliti karya sarjana Perancis, Inggris dan Jerman seperti Albert Camus, William James, Sigmund Freud, Arnold Toynbee, Jean Paul Sartre, Karl Marx dan Pierre Loti. Hamka juga rajin membaca dan bertukar-tukar pikiran dengan tokoh-tokoh terkenal Jakarta seperti HOS Tjokroaminoto, Raden Mas Surjoparonoto, Haji Fachrudin, Ar Sutan Mansur dan Ki Bagus Hadikusumo sambil mengasah bakatnya sehingga menjadi seorang ahli pidato yang handal.
Hamka juga aktif dalam gerakan Islam melalui pertumbuhan Muhammadiyah. Beliau mengikuti pendirian Muhammadiyah mulai tahun 1925 untuk melawan khurafat, bidaah, tarekat dan kebatinan sesat di Padang Panjang. Mulai tahun 1928, beliau mengetuai cabang Muhammadiyah di Padang Panjang. Pada tahun 1929, Hamka mendirikan pusat latihan pendakwah Muhammadiyah dan dua tahun kemudian beliau menjadi konsul Muhammadiyah di Makassar. Kemudian beliau terpilih menjadi ketua Majlis Pimpinan Muhammadiyah di Sumatera Barat oleh Konferensi Muhammadiyah, menggantikan S.Y. Sutan Mangkuto pada tahun 1946. Beliau menyusun kembali pembangunan dalam Kongres Muhammadiyah ke-31 di Yogyakarta pada tahun 1950.
Pada tahun 1953, Hamka dipilih sebagai penasihat pimpinan Pusat Muhammadiah. Pada 26 Juli 1977, Menteri Agama Indonesia, Prof. Dr. Mukti Ali melantik Hamka sebagai ketua umum Majlis Ulama Indonesia tetapi beliau kemudiannya meletak jawatan pada tahun 1981 karena nasihatnya tidak dipedulikan oleh pemerintah Indonesia.
Kegiatan politik HAMKA bermula pada tahun 1925 apabila beliau menjadi anggota parti politik Sarekat Islam. Pada tahun 1945, beliau membantu menentang kemaraan kembali penjajah Belanda ke Indonesia melalui pidato dan menyertai kegiatan gerila di dalam hutan di Medan. Pada tahun 1947, HAMKA dilantik sebagai ketua Barisan Pertahanan Nasional, Indonesia. Beliau menjadi anggota Konstituante Masyumi dan menjadi pemidato utama dalam Pilihan Raya Umum 1955. Masyumi kemudiannya diharamkan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1960. Dari tahun 1964 hingga tahun1966, HAMKA telah dipenjarakan oleh Presiden Sukarno kerana dituduh pro-Malaysia. Semasa dipenjarakanlah maka beliau mula menulis Tafsir al-Azhar yang merupakan karya ilmiah terbesarnya. Setelah keluar dari penjara, HAMKA dilantik sebagai ahli Badan Musyawarah Kebajikan Nasional, Indonesia, anggota Majlis Perjalanan Haji Indonesia dan anggota Lembaga Kebudayaan Nasional, Indonesia.
Selain aktif dalam soal keagamaan dan politik, HAMKA merupakan seorang wartawan, penulis, editor dan penerbit. Sejak tahun 1920-an lagi, HAMKA menjadi wartawan beberapa buah akhbar seperti Pelita Andalas, Seruan Islam, Bintang Islam dan Seruan Muhammadiyah. Pada tahun 1928, beliau menjadi editor majalah Kemajuan Masyarakat. Pada tahun 1932, beliau menjadi editor dan menerbitkan majalah al-Mahdi di Makasar. HAMKA juga pernah menjadi editor majalah Pedoman Masyarakat, Panji Masyarakat dan Gema Islam.
Hamka juga menghasilkan karya ilmiah Islam dan karya kreatif seperti novel dan cerpen. Karya ilmiah terbesarnya ialah Tafsir al-Azhar (5 jilid) dan antara novel-novelnya yang mendapat perhatian umum dan menjadi buku teks sastera di Malaysia dan Singapura termasuklah Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Di Bawah Lindungan Kaabah dan Merantau ke Deli.
Hamka pernah menerima beberapa anugerah pada peringkat nasional dan antarabangsa seperti anugerah kehormatan Doctor Honoris Causa, Universitas al-Azhar, 1958; Doktor Honoris Causa, Universitas Kebangsaan Malaysia, 1974; dan gelaran Datuk Indono dan Pengeran Wiroguno daripada pemerintah Indonesia.
Hamka telah pulang ke rahmatullah pada 24 Juli 1981, namun jasa dan pengaruhnya masih terasa sehingga kini dalam memartabatkan agama Islam. Beliau bukan sahaja diterima sebagai seorang tokoh ulama dan sasterawan di negara kelahirannya, malah jasanya di seluruh alam Nusantara, termasuk Malaysia dan Singapura, turut dihargai.

Daftar Karya Buya Hamka

  1. Khatibul Ummah, Jilid 1-3. Ditulis dalam huruf Arab.
  2. Si Sabariah. (1928)
  3. Pembela Islam (Tarikh Saidina Abu Bakar Shiddiq),1929.
  4. Adat Minangkabau dan agama Islam (1929).
  5. Ringkasan tarikh Ummat Islam (1929).
  6. Kepentingan melakukan tabligh (1929).
  7. Hikmat Isra' dan Mikraj.
  8. Arkanul Islam (1932) di Makassar.
  9. Laila Majnun (1932) Balai Pustaka.
  10. Majallah 'Tentera' (4 nomor) 1932, di Makassar.
  11. Majallah Al-Mahdi (9 nomor) 1932 di Makassar.
  12. Mati mengandung malu (Salinan Al-Manfaluthi) 1934.
  13. Di Bawah Lindungan Ka'bah (1936) Pedoman Masyarakat,Balai Pustaka.
  14. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (1937), Pedoman Masyarakat, Balai Pustaka.
  15. Di Dalam Lembah Kehidupan 1939, Pedoman Masyarakat, Balai Pustaka.
  16. Merantau ke Deli (1940), Pedoman Masyarakat, Toko Buku Syarkawi.
  17. Margaretta Gauthier (terjemahan) 1940.
  18. Tuan Direktur 1939.
  19. Dijemput mamaknya,1939.
  20. Keadilan Ilahy 1939.
  21. Tashawwuf Modern 1939.
  22. Falsafah Hidup 1939.
  23. Lembaga Hidup 1940.
  24. Lembaga Budi 1940.
  25. Majallah 'SEMANGAT ISLAM' (Zaman Jepang 1943).
  26. Majallah 'MENARA' (Terbit di Padang Panjang), sesudah revolusi 1946.
  27. Negara Islam (1946).
  28. Islam dan Demokrasi,1946.
  29. Revolusi Pikiran,1946.
  30. Revolusi Agama,1946.
  31. Adat Minangkabau menghadapi Revolusi,1946.
  32. Dibantingkan ombak masyarakat,1946.
  33. Didalam Lembah cita-cita,1946.
  34. Sesudah naskah Renville,1947.
  35. Pidato Pembelaan Peristiwa Tiga Maret,1947.
  36. Menunggu Beduk berbunyi,1949 di Bukittinggi,Sedang Konperansi Meja Bundar.
  37. Ayahku,1950 di Jakarta.
  38. Mandi Cahaya di Tanah Suci. 1950.
  39. Mengembara Dilembah Nyl. 1950.
  40. Ditepi Sungai Dajlah. 1950.
  41. Kenangan-kenangan hidup 1,autobiografi sejak lahir 1908 sampai pd tahun 1950.
  42. Kenangan-kenangan hidup 2.
  43. Kenangan-kenangan hidup 3.
  44. Kenangan-kenangan hidup 4.
  45. Sejarah Ummat Islam Jilid 1,ditulis tahun 1938 diangsur sampai 1950.
  46. Sejarah Ummat Islam Jilid 2.
  47. Sejarah Ummat Islam Jilid 3.
  48. Sejarah Ummat Islam Jilid 4.
  49. Pedoman Mubaligh Islam,Cetakan 1 1937 ; Cetakan ke 2 tahun 1950.
  50. Pribadi,1950.
  51. Agama dan perempuan,1939.
  52. Muhammadiyah melalui 3 zaman,1946,di Padang Panjang.
  53. 1001 Soal Hidup (Kumpulan karangan dr Pedoman Masyarakat, dibukukan 1950).
  54. Pelajaran Agama Islam,1956.
  55. Perkembangan Tashawwuf dr abad ke abad,1952.
  56. Empat bulan di Amerika,1953 Jilid 1.
  57. Empat bulan di Amerika Jilid 2.
  58. Pengaruh ajaran Muhammad Abduh di Indonesia (Pidato di Kairo 1958), utk Doktor Honoris Causa.
  59. Soal jawab 1960, disalin dari karangan-karangan Majalah GEMA ISLAM.
  60. Dari Perbendaharaan Lama, 1963 dicetak oleh M. Arbie, Medan; dan 1982 oleh Pustaka Panjimas, Jakarta.
  61. Lembaga Hikmat,1953 oleh Bulan Bintang, Jakarta.
  62. Islam dan Kebatinan,1972; Bulan Bintang.
  63. Fakta dan Khayal Tuanku Rao, 1970.
  64. Sayid Jamaluddin Al-Afhany 1965, Bulan Bintang.
  65. Ekspansi Ideologi (Alghazwul Fikri), 1963, Bulan Bintang.
  66. Hak Asasi Manusia dipandang dari segi Islam 1968.
  67. Falsafah Ideologi Islam 1950(sekembali dr Mekkah).
  68. Keadilan Sosial dalam Islam 1950 (sekembali dr Mekkah).
  69. Cita-cita kenegaraan dalam ajaran Islam (Kuliah umum) di Universiti Keristan 1970.
  70. Studi Islam 1973, diterbitkan oleh Panji Masyarakat.
  71. Himpunan Khutbah-khutbah.
  72. Urat Tunggang Pancasila.
  73. Doa-doa Rasulullah S.A.W,1974.
  74. Sejarah Islam di Sumatera.
  75. Bohong di Dunia.
  76. Muhammadiyah di Minangkabau 1975,(Menyambut Kongres Muhammadiyah di Padang).
  77. Pandangan Hidup Muslim,1960.
  78. Kedudukan perempuan dalam Islam,1973.
  79. [Tafsir Al-Azhar][1] Juzu' 1-30, ditulis pada masa beliau dalam penjara dari tahun 1964 hingga 1966.

Aktivitas lain Buya Hamka

  • Memimpin Majalah Pedoman Masyarakat, 1936-1942
  • Memimpin Majalah Panji Masyarakat dari tahun 1956
  • Memimpin Majalah Mimbar Agama (Departemen Agama), 1950-1953

Baca Selengkapnya ....
Belajar SEO dan Blog support Online Shop Aksesoris Wanita - Original design by Bamz | Copyright of PMT Prof. DR. HAMKA.