Aplikasi untuk menentukan arah kiblat pada smartphone

Posted by HERISON A Senin, 11 Januari 2016 0 komentar

Mengapa menggunakan Kiblat Visual?

★ Penyimpangan magnetik, yang disebabkan oleh benda-benda logam di dekatnya (misalnya selubung kulit ponsel) dan perangkat elektronik, dapat menyebabkan sensor berperilaku tak terduga. Kiblat Visual mengidentifikasi kekuatan medan magnet yang abnormal dan memperingatkan pengguna.
★ Deklinasi magnetik (sudut antara utara sebenarnya dan utara magnetik) di lokasi pengguna merupakan salah satu penyebab kebingungan (misalnya deklinasi magnetik di Amerika Selatan mencapai 17 derajat). Kiblat Visual menghitung arah Kiblat dari utara sebenarnya (geografis). Informasi tambahan tentang Kiblat dari utara magnetik di lokasi pengguna juga disediakan bagi mereka yang memilih untuk menggunakan kompas asli.
★ Kiblat Visual menggunakan rumus untuk menghitung arah kiblat secara akurat untuk jarak 0,5 mm (0,020") di Bumi.
Kiblat Visual dikembangkan untuk mengatasi kendala dan kekurangan dari sebagian besar aplikasi Kiblat pada umumnya:
★ Utara yang diukur dengan sensor ponsel dapat bervariasi hingga 90 derajat dari utara yang sebenarnya, akibatnya kiblat yang dihitung dari utara dalam aplikasi ponsel dapat mengakibatkan penyimpangan serius dari arah kiblat. Kiblat Visual mempertimbangkan masalah keandalan ini dan hamparan kiblat di Google Maps™ sehingga pengguna dapat secara visual memverifikasi arah Kiblat dengan fitur terdekatnya, seperti bangunan, jalan, dan melakukan penyelarasan yang diperlukan.

Gunakan Kiblat Visual; Aplikasi ponsel penunjuk arah Kiblat terkemuka: verifikasikan arah Kiblat sendiri!.  Klik di sini.

Jika Anda ingin mengunjungi website Pesantren Modern Terpadu Prof. Dr. Hamka klik saja di sini. Anda bisa melihat sebagian kreatifitas santri dan santriwati di website tersebut.

Baca Selengkapnya ....

Pesantren Hamka Mulai Membuka Penerimaan Santri Baru TP 2016/2017

Posted by HERISON A Jumat, 08 Januari 2016 0 komentar

Pesantren Hamka Mulai Membuka Penerimaan Santri Baru TP 2016/2017

Assalamu'alaikum wr. wb.
Pesantren Modern Terpadu Prof. Dr. Hamka terhitung bulan Januari 2016 ini sudah mulai membuka kesempatan baik kepada siswa/santri baik putra maupun putri yang saat ini masih mengenyam pendidikan di kelas VI SD untuk mendaftarkan diri menjadi Calon Santri Baru SMP Pesantren Modern Terpadu Prof. Dr. Hamka dan yang saat ini masih mengenyam pendidikan di kelas IX SMP untuk mendaftarkan diri menjadi Calon Santri Baru SMA Pesantren Modern Terpadu Prof. Dr. Hamka Tahun Pelajaran 2016/2017

Sebagaimana tahun lalu, pendaftaran calon santri baru ini dapat dilakukan dengan dua cara.

Silakan Anda pilih salah satu cara berikut ini:

  1. Pendafaran Secara Offline. Dengan pendaftaran secara offline ini yang bersangkutan didampingi orang tua datang langsung ke tempat pendaftaran untuk mendaftarkan diri menjadi calon santri baru Pesantren Modern Terpadu Prof. Dr. Hamka. Mengisi lebaran formulir, menyerahkan pasphoto 3 x 4 1 lembar, dan menyetor uang pendaftaran sejumlah Rp.200.000,-. Tempat Pendaftarannya adalah Sekretariat Penerimaan Santri Baru Pesantren Modern Terpadu Prof. Dr. Hamka  di Desa Pasar Usang Kec. Batang Anai Kab. Padang Pariaman (28 KM dari Kota Padang arah ke Bukittinggi sebelah kanan)
  2. Pendaftaran Secara  Online. Pendaftaran secara online ini bisa Anda lakukan melalui situs ini dengan cara mengklik link Pendaftaran Online Santri Baru Pesantren Hamka. Dengan mengklik link tersebut Anda akan dibawa ke halaman "Formulir Pendaftaran Online".  Khusus bagi pendaftaran secara online ini, ikuti panduan berikut ini:
    • Silakan isi formulir pendaftaran online tersebut dengan benar dan lengkap. Kami minta mengisi formulir ini haruslah sepengetahuan dan seizin orang tua Anda.
    • Setelah diisi lengkap, silakan periksa kembali dan perbaiki jika masih ada yang salah. 
    • Selanjutnya klik tombol Kirim atau Submit atau Send di bagian bawah formulir.
    • Tahap berikutnya diminta kepada orang tua Anda mengirim SMS ke nomor 081266880460 (Pak Herison) dengan format SMS: "Ass w w pak Herison kami sdh daftarkan secara online .... (isi dengan Nama Lengkap Calon Santri)". Catatan: kirim SMS dengan menggunakan nomor hp yang Anda cantumkan dalam formulir pendaftaran.
    • Kami akan melakukan verifikasi data pendaftaran Anda, dan sesegeranya SMS-kan hasil verifikasi ini ke nomor HP orang tua Anda. Jika bunyi SMSnya "hasil verifikasi ..... (Nama Lengkap Anda) LENGKAP", maka Anda dipersilakan melanjutkan ke tahap berikut. Jika bunyi SMSnya "hasil verifikasi ..... (Nama Lengkap Anda) BELUM LENGKAP", Anda diminta untuk mengulangi mengisi formulir pendaftaran dengan selengkap-lengkapnya.
    • Tahap berikutnya adalah  orang tua Anda menyetor/transfer uang pendaftaran ke rekening YWII PMT Prof. Dr. Hamka nomor rekening 5491-01-005706-53-2 (Bank BRI) sejumlah Rp.200.000,-. Jika sudah disetor, segera kirim SMS ke nomor 081266880460 dengan format SMS: "Ass pak HerisoTgl......... Jam ......... kami sdh setor ke norek 5491-01-005706-53-2 sejumlah 200rb utk pendaftaran .... (tulis Nama Lengkap Calon Santri)". Jika SMS sudah kami terima, kami akan segera memvalidasinya.
    • Selanjutnya kami akan segera SMS orang tua Anda mengabarkan hasil validasi, dan memberitahukan jadwal ujian seleksi yang akan Anda ikuti. 

Materi seleksi yang akan diujikan adalah:

  1. Untuk masuk SMP yang diujikan adalah pelajaran kelas 4 dan 5 SD atau yang sederajat seperti Pendidikan Agama Islam, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu pengetahuan Alam, Ilmu pengetahuan Sosial (25 butir).
  2. Untuk masuk SMA yang diujikan adalah pelajaran kelas 7 dan 8 SMP atau yang sederajat seperti Pendidikan Agama Islam, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu pengetahuan Alam, Ilmu pengetahuan Sosial (25 butir)
  3. Praktek Ibadah seperti; Shalat, baca Al Quran
  4. Dan terakhir melakukan wawacara Minat, Bakat dan Kepribadian calon santri.
  5. Bagi calon santri yang mendaftar online ujian praktek ibadah dan wawancara minat, bakat dan kepribadian dilakukan pada tanggal 1 Juni 2016
  6. Jika lulus maka selanjutnya calon santri didampingi oleh orang tua melakukan pendaftaran ulang.

Pendaftaran Ulang

Calon santri yang sudah lulus menjalani ujian seleksi tulis, praktek ibadah dan wawancara minat, bakat dan kepribadian, selanjutnya dipersilakan melakukan pendaftaran ulang.

Syarat-syarat Pendaftaran Ulang
  • Fotocopi ijazah dan SKHU 2 rangkap,
  • Pasphoto 2 x 3= 8 lembar dan 3 x 4= 5 lembar,
  • Membayar Uang Pendaftaran Ulang,
  • Membayar Uang Bulanan (UB) Juli 2016.
Demikianlah informasi Penerimaan Santri/Santriwati Baru (PSB) dapat kami sampaikan melalui postingan ini, jika ada yang ingin ditanyakan silakan saja hubungi ke nomor hp sebagaimana yang disebutkan di atas (081266880460). Terima kasih.


Baca Selengkapnya ....

Album Acara Pelantikan OPPH 2015-2016

Posted by Pesantren HAMKA Kamis, 05 Maret 2015 0 komentar
Album Acara Pelantikan OPPH 2015-2016 Pesantren Hamka

Pimpinan Pesantren Hamka
Pimpinan Pesantren Hamka


Baca Selengkapnya ....

Album Foto

Posted by Pesantren HAMKA Rabu, 04 Maret 2015 0 komentar
Naik Kereta Api ke Pariaman
Naik Kereta Api ke Pariaman





Baca Selengkapnya ....

Sistem Pembelajaran Full Day School

Posted by Pesantren HAMKA Rabu, 25 Februari 2015 0 komentar

Sistem Pembelajaran Full Day School

Assalamu'alaikum wr. wb.
Sistem pembelajaran Full Day School merupakan salah satu kreasi dan inovasi pembelajaran untuk menjadikan sekolah unggul, inovatif serta kreatif dengan sistem pembelajaran terpadu yang berlandaskan iman dan takwa (imtak), serta ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

Sistem pembelajaran Full Day School menuntut kehadiran santri dan santriwati di sekolah selama sehari penuh dengan diberlakukannya penambahan jam pelajaran agar santri dan santriwati mampu mendalami setiap mata pelajaran dengan jatah waktu yang lebih proporsional. Kualitas pengajaran dan pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar santri dan santriwati merupakan hal yang harus diupayakan karena lamanya waktu belajar tanpa disertai kegiatan akademik yang bermutu tidak akan mampu meningkatkan prestasi belajar santri dan santriwati, bahkan justru dapat membelenggu dan menyita hak santri dan santriwati serta kurang memperhatikan kreativitas santri dan santriwati sehingga berpotensi menimbulkan stress.

Pola pembelajarannya sangat diperlukan untuk mendukung dalam meningkatkan prestasi belajar santri dan santriwati. Dilihat dari proses belajar mengajar yang berlangsung, guru menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi dan setting pembelajaran yang berbeda dalam suasana pembelajaran 3M (menyenangkan, mengasyikkan dan mencerdaskan). Selain itu, juga memacu dengan program peningkatan prestasi belajar santri dan santriwati, seperti bimbingan belajar, belajar dengan kantong ebtanas/UAN dan kantong belajar, pondok ebtanas/UAN, raport bulanan, try out bulanan, studi empiris, point kedisiplinan, dan gebyar seni.

Sistem Pembelajaran Full Day School di Pesantren Hamka

Diantara faktor pendukung penerapan sistem pembelajaran Full Day School di Pesantren Hamka adalah kualitas guru yang cukup dan memadai, lingkungan belajar yang kondusif, sistem kelas kecil, metode pembelajaran yang bervariasi dan suasana kekeluargaan dalam proses belajar mengajar.

Sedangkan faktor penghambat yang mungkin timbul dalam penerapan sistem pembelajaran full day school ini adalah kesiapan santri dan santriwati beradaptasi dengan sistem pembelajaran membutuhkan waktu yang cukup karena latar belakang pendidikan yang berbeda, sarana dan prasarana yang kurang memadai, kejenuhan santri dan santriwati saat pelajaran berlangsung dan keterbatasan dana.

Upaya yang mungkin dilakukan dalam mengatasi faktor penghambat penerapan sistem pembelajaran Full Day School di PMT Hamka adalah mendongkrak prestasi santri dan santriwati dengan mengadakan pembinaan khusus (bimbingan belajar), layanan yang baik, serta pembinaan ekskul yang maksimal; menggali dana dari masyarakat untuk pembangunan sekolah dan peningkatan proses pembelajaran; perekrutan guru-guru yang potensial; diadakan pertemuan rutin (rapat rutin) antara guru, kepala sekolah dan karyawan secara berkala, sebagai wujud adanya kontrol terhadap proses pembelajaran dan penyelenggaraan sekolah; dan membuka usaha kesejahteraan warga sekolah.

Sistem pembelajaran Full Day School ini memiliki peranan penting dalam keberhasilan proses belajar mengajar. Tercapainya tujuan Full Day School pada santri dan santriwati tercermin dari prestasi yang diraih oleh santri dan santriwati, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Dengan demikian, sistem pembelajaran full day school ini memiliki peranan yang penting dalam meningkatkan prestasi belajar Santri dan santriwati.

Pesantren Modern Terpadu (PMT) Prof. Dr. Hamka disamping tetap mempertahankan Sistem Boarding School (santri mondok di asrama), mulai sekarang juga membuka Sistem Full Day School (santri tidak mondok di asrama). Pendaftarannya sudah dibuka baik secara Online maupun Offline. Silakan Anda  klik di sini untuk mendapatkan info lengkap.

Terima kasih.
Wassalamu'alaikum wr. wb.

Baca Selengkapnya ....

Wasiat Buat Kaum Materialis

Posted by Pesantren HAMKA Kamis, 27 Februari 2014 1 komentar

Wasiat Buat Kaum Materialis

Salah seorang sahabat yang amat dikenal kezuhudannya adalah Abu Dzar al-Ghifari. Khalid Muhammad Khalid, dalam kitab rijal Haul al-Rasul (Biografi 60 sahabat Nabi, edisi terjemahan), menyebut bahwa Abu Dzar berasal dari Bani Fhifar. Ghifar adalah suatu kabilah yang tidak mengenal siapa sasarannya ketika membegal di jalanan. Mereka sangat dikenal sebagai biang keladi perampokan ilegal. Mereka adalah sahabat malam dan kegelapan. Celakalah orang yang kesasar atau jatuh ke tangan orang-orang Ghifar dalam perjalanan malam.

Namun abu Dzar menghadap Nabi SAW menyatakan keislamannya. Ia juga berhasil berdakwah di kabilahnya sehingga bani Ghifar menjadi muslim yang taa, tak lagi dikenal sebagai kelompok penjagal, mengedepankan materi demi mencapai kenikmatan duniawi.
Dewasa ini, pola hidup yang dialami bani Ghifar sebelum keislaman mereka masih banyak terjadi di tengah-tengah masyarakat. Demi memenuhi syahwat duniawi, mereka halalkan segala cara. Tidak saja milik pribadi seseorang, kekayaan negara pun bisa mereka rampok. Tidak saja di tengah malam yang kelam, di tengah siang bolong pun mereka beraksi.

Lalu kenapa Abu Dzar berhasil mengubah sikap kaumnya menjadi taat kepada Allah? Ternyata ditemukan beberapa hadis tentang adanya wasiat Rasulullah SAW kepada Abu Dzar yang menjadi pendorongnya untuk berdakwah dan mengubah perilaku diri dan masyarakatnya.
Satu diantara hadis tentang wasiat itu adalah diriwayatkan oleh Imam Ahmad, ath-Thabrani, Ibn Hibban dan lainnya, dimana Abu Dzar r.a. berkata:”Kekasihku (Rasulullah) SAW berwasiat kepadaku dengan 7 (tujuh) hal.”

Adapun tujuh wasiat itu adalah: pertama, mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka.” Rasulullah SAW dikenal sangat dekat dengan orang-orang lemah (mustadh’afin). Bahkan sahabat-sahbatnya di era awal (assabiqun al-awwalun) kebanyakan mereka adalah berasal dari kelompok lemah. Karena itu ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW mendapat respons yang sangat besar dikala itu. Sebab, masyarakat Arab yang dikenal dengan era Jahiliyah itu menampilkan strata sosial dengan pemisahan yang demikian tegas antara kelompok kaya dan miskin. Penindasan kaum kaya lagi kuat begitu nyata terhadap kaum yang lemah, bahkan mereka diperbudak, dirampas kebebasan dan hak-hak kemanusiaannya.


Di era modern dewasa ini, kesenjangan sosial masih saja terasa. Orang-orang lemah lagi miskin masih terlihat jelas di seantero nusantara ini. Maka cintailah mereka dengan memberikan bantuan, perhatian dan juga mendoakan mereka agar terbebas dari kemiskinan.

Para pemimpin sejatinya berpihak pada mereka, berupaya mengangkatnya dari penderitaan dan kesusahan, baik yang diakibatkan oleh kemiskinan maupun kebodohan. Bukan justru menjadikan mereka objek sekaligus alat untuk melanggengkan kekuasaan dengan mengatasnamakan “rakyat” tetapi justru merampas hak-hak mereka. Bukankah korupsi bentuk konkrit dari penindasan dan perampasan hak-hak si miskin?

Kedua, “lihatlah orang yang berada di bawah dan tidak melihat kepada orang yang berada di atas.” Tidak bisa disangkal, salah satu penyebab kerakusan manusia adalah ketika membandingkan dirinya dengan orang lain yang lebih sukses dalam urusan duniawi. Akibatnya, rasa dengki pun tumbuh subur. Mereka cenderung menghalalkan segala cara agar bisa sebanding dengan yang di atas. Jika keinginan itu tidak tercapai, maka mereka cenderung mengalami stres hingga depresi. Kebahagiaan dan ketenangan hidup pun tak lagi mereka rasakan.

Karena itu, perbanyaklah melihat ke bawah. Berbagai persoalan hidup yang sulit dihadapi dengan lapang dada (sabar dan ridha). Sebab ujian yang ditimpakan dalam setiap kehidupan tidak saja kita sendiri yang mengalaminya, tetapi masih ada orang lain yang lebih menderita; jadikanlah mereka sebagai pelajaran. Maka hanya sabar dan syukur yang menjadi pilihan. Dengan begitu pola hidup materialis dan hedonis tak lagi menjadi tujuan dan kebanggaan.

Ketiga, “menyambung silaturrahim meskipun mereka berlaku kasar pada-ku.” Kemajuan suatu bangsa tidak akan dapat terwujud tanpa persatuan dan kesatuan. Namun untuk merajut persatuan dan kesatuan itu tidaklah mudah. Ada saja orang-orang yang berlaku dan berkata kasar sehingga mengakibatkan perpecahan antara sesama. Karena itu, Rasul mewasiatkan agar tetap menyambung silaturrahim dengan mereka.

Di sinilah dibutuhkannya jiwa yang lembut lagi pemaaf. Demi mengedepankan persatuan dan kesatuan, seseorang yang mengaku umat Muhammad dan mencintainya, harus rela memaafkan dan membuang rasa dendam. Dan sifat itu pulalah yang dimiliki oleh hamba yang bertakwa (QS. Ali Imran/3:134).

Keempat, “memperbanyak ucapan la haula wala quwwata illa billah” (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah). Ucapan ini mendidik setiap mukmin untuk menyandarkan dirinya hanya kepada Allah SWT. Setiap mukmin haruslah bertawakkal kepada-Nya.

Di satu sisi mereka tetap tekun berusaha, tetapi hati mereka tetap bergantung pada Allah. Haruslah disadari bahwa manusia adalah makhluk yang lemah, hanya Allah-lah yang dapat memberikan pertolongan.

Dampak dari sikap tawakkal seperti ini adalah senantiasa mengingat Allah di setiap aktivitas yang dilakukannya. Ketika muncul kondisi yang menggoda mereka untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan perintah Allah, di saat itu mereka akan mengingat Allah sehingga godaan itu dihindarkan. Sebab itu mereka senantiasa dicintai Allah (QS. Ali Imran/3: 159).

Kelima, “katakanlah kebenaran meskipun pahit.” Ketika kebenaran diperjuangkan, kebathilan pun selalu mengiringinya. Maka butuh keberanian (syaja’ah) untuk mengatakan dan memperjuangkan kebenaran tersebut. Namun ketika kebenaran itu tak lagi populer, akan ditemukan sejumlah rintangan. Di sinilah dibutuhkan pengorbanan, meskipun resiko yang diperoleh sangat “pahit” dan menyakitkan.

Keenam, “tidak takut celaan orang yang mencela dalam berdakwah kepada Allah.” Dalam memperjuangkan kebenaran, celaan dan cercaan kerap kali menghadang. Karena itu, Rasul mewasiatkan agar tetap berani dan tidak takut (jubun) dalam berdakwah, mengajarkan ajaran Allah.

Kegiatan dakwah tidak boleh terhenti hanya karena mendapat cacian. Perjuangan dakwah juga tidak boleh menyimpang karena mendapat dukungan dan pujian dari pihak-pihak tertentu. Dakwah dilakukan mesti tetap konsisten dan lurus atas niat ikhlas karena Allah semata. Hanya Allah-lah yang berhak menganugerahkan kemuliaan bagi hamba-hambaNya yang selalu berjuang dan menolong agama Allah (QS. Muhammad/47:7).

Ketujuh, “jangan meminta-minta sesuatu pun kepada manusia.” Sebagai hamba yang diperintahkan bertawakkal kepada-Nya, maka seorang mukmin tidaklah patut untuk meminta-minta kepada sesama manusia; apalagi menyerahkan diri kepada sesama manusia.

Syekh Sulaiman al-Rasuli dalam kitabnya “Izalat al-Dhalal fi Tahrim al-Idza’ wa al-sual” menegaskan bahwa ada 3 (tiga) kemudaratan meminta-minta. Pertama, orang yang meminta-minta itu memperlihatkan jelas kepada Allah atas kurangnya nikmat yang diterimanya. Kedua, meminta-minta merupakan perbuatan yang menghinakan diri si peminta-minta, dan orang mukmin sejati tidak akan pernah merendahkan dan menghinakan dirinya di depan orang lain. Ketiga, membuat orang yang memberi merasa kesusahan atas permintaan tersebut dikarenakan si peminta-minta tidak pantas untuk diberi karena keadaannya tidak dalam kesusahan dan pada sisi lain merasa iba kepada si peminta-minta tersebut.
Namun Syekh Sulaiman juga mengemukakan bahwa meminta-minta itu dibolehkan dalam keadaan terpaksa, seperti orang yang sangat lapar dan takut mati karena kelaparan tersebut, akan tetapi perilaku meminta-minta mesti dijauhi sedapat mungkin.

Meminta-minta juga tidak saja dipahami dalam konteks orang-orang miskin yang meminta-minta di jalanan. Tetapi lebih luas dari itu, larangan ini juga berlaku pada orang-orang yang meminta jabatan pada seseorang. Rasul bersabda:”Wahai Abdurahman Ibn Samurah, janganlah engkau meminta jabatan! Sungguh bila engkau diberi jabatan karena memintanya niscaya engkau akan dibuat tergantung (susah) kepadanya. Sedangkan bila engkau diberi tanpa memintanya, engkau akan ditolong untuk menunaikannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tujuh wasiat di atas pada hakikatnya tidak saja berlaku pada Abu Dzar saja, namun juga kepada semua umat manusia, terutama orang-orang yang mengaku sebagai umat Muhammad. Tujuh wasiat itu masih tetap relevan, terutama bagi masyarakat modern yang kerap kali terjerumus pada kehidupan yang materialis, hedonis dan melupakan hari akhirat. Wallahu a’lam.(*)
Sumber:    
Dari koran Padang Ekspres, Jum'at 21 Februari 2014 Halaman 4; Penulis, Muhammad Kosim (Kasi PAI pada Pendidikan Menengah, Bidang PAKIS Kanwil Kemenag Sumbar), ditulis ulang oleh Admin

Baca Selengkapnya ....

PRESTASI SANTRI

Posted by Pesantren HAMKA Kamis, 06 Februari 2014 0 komentar

PRESTASI SANTRI PESANTREN HAMKA

Banyak sekali prestasi-prestasi yang pernah diraih oleh santri Pesantren Hamka. Semenjak berdiri pada tahun 1991 para santrinya telah banyak mengukir prestasi diberbagai pertandingan dan perlombaan. Begitu juga dibidang akademis anak-anak pesantren hamka selalu saja lulus 100 % dalam Ujian Akhir Nasional (UN) bahkan diantaranya ada yang mendapat peringkat I.

Beberapa prestasi santri Pesantren Hamka yang diraih pada tahun 2014:

  1. Peringkat I Nilai UN Tertinggi se Kab. Padang Pariaman SMP PMT Prof. DR. Hamka TP. 2012-2013 dan Peringkat V se Sumatera Barat. (Lulus UN 100%)
  2. Juara Umum Putra Kejuaraan Tapak Suci se Sumatera di Padang tahun 2013.
  3. Juara I Festival Nasyid Antar SMA se Sumatera Barat tahun 2013.
  4. Juara I Lomba Asma’ul Husna Antar SMA Se Kab. Padang Pariaman (2012).


Baca Selengkapnya ....
Belajar SEO dan Blog support Online Shop Aksesoris Wanita - Original design by Bamz | Copyright of PMT Prof. DR. HAMKA.