Album Acara Pelantikan OPPH 2015-2016

Posted by Pesantren HAMKA Kamis, 05 Maret 2015 0 komentar
Album Acara Pelantikan OPPH 2015-2016 Pesantren Hamka

Pimpinan Pesantren Hamka
Pimpinan Pesantren Hamka


Baca Selengkapnya ....

Album Foto

Posted by Pesantren HAMKA Rabu, 04 Maret 2015 0 komentar
Naik Kereta Api ke Pariaman
Naik Kereta Api ke Pariaman





Baca Selengkapnya ....

Sistem Pembelajaran Full Day School

Posted by Pesantren HAMKA Rabu, 25 Februari 2015 0 komentar

Sistem Pembelajaran Full Day School

Assalamu'alaikum wr. wb.
Sistem pembelajaran Full Day School merupakan salah satu kreasi dan inovasi pembelajaran untuk menjadikan sekolah unggul, inovatif serta kreatif dengan sistem pembelajaran terpadu yang berlandaskan iman dan takwa (imtak), serta ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

Sistem pembelajaran Full Day School menuntut kehadiran santri dan santriwati di sekolah selama sehari penuh dengan diberlakukannya penambahan jam pelajaran agar santri dan santriwati mampu mendalami setiap mata pelajaran dengan jatah waktu yang lebih proporsional. Kualitas pengajaran dan pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar santri dan santriwati merupakan hal yang harus diupayakan karena lamanya waktu belajar tanpa disertai kegiatan akademik yang bermutu tidak akan mampu meningkatkan prestasi belajar santri dan santriwati, bahkan justru dapat membelenggu dan menyita hak santri dan santriwati serta kurang memperhatikan kreativitas santri dan santriwati sehingga berpotensi menimbulkan stress.

Pola pembelajarannya sangat diperlukan untuk mendukung dalam meningkatkan prestasi belajar santri dan santriwati. Dilihat dari proses belajar mengajar yang berlangsung, guru menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi dan setting pembelajaran yang berbeda dalam suasana pembelajaran 3M (menyenangkan, mengasyikkan dan mencerdaskan). Selain itu, juga memacu dengan program peningkatan prestasi belajar santri dan santriwati, seperti bimbingan belajar, belajar dengan kantong ebtanas/UAN dan kantong belajar, pondok ebtanas/UAN, raport bulanan, try out bulanan, studi empiris, point kedisiplinan, dan gebyar seni.

Sistem Pembelajaran Full Day School di Pesantren Hamka

Diantara faktor pendukung penerapan sistem pembelajaran Full Day School di Pesantren Hamka adalah kualitas guru yang cukup dan memadai, lingkungan belajar yang kondusif, sistem kelas kecil, metode pembelajaran yang bervariasi dan suasana kekeluargaan dalam proses belajar mengajar.

Sedangkan faktor penghambat yang mungkin timbul dalam penerapan sistem pembelajaran full day school ini adalah kesiapan santri dan santriwati beradaptasi dengan sistem pembelajaran membutuhkan waktu yang cukup karena latar belakang pendidikan yang berbeda, sarana dan prasarana yang kurang memadai, kejenuhan santri dan santriwati saat pelajaran berlangsung dan keterbatasan dana.

Upaya yang mungkin dilakukan dalam mengatasi faktor penghambat penerapan sistem pembelajaran Full Day School di PMT Hamka adalah mendongkrak prestasi santri dan santriwati dengan mengadakan pembinaan khusus (bimbingan belajar), layanan yang baik, serta pembinaan ekskul yang maksimal; menggali dana dari masyarakat untuk pembangunan sekolah dan peningkatan proses pembelajaran; perekrutan guru-guru yang potensial; diadakan pertemuan rutin (rapat rutin) antara guru, kepala sekolah dan karyawan secara berkala, sebagai wujud adanya kontrol terhadap proses pembelajaran dan penyelenggaraan sekolah; dan membuka usaha kesejahteraan warga sekolah.

Sistem pembelajaran Full Day School ini memiliki peranan penting dalam keberhasilan proses belajar mengajar. Tercapainya tujuan Full Day School pada santri dan santriwati tercermin dari prestasi yang diraih oleh santri dan santriwati, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Dengan demikian, sistem pembelajaran full day school ini memiliki peranan yang penting dalam meningkatkan prestasi belajar Santri dan santriwati.

Pesantren Modern Terpadu (PMT) Prof. Dr. Hamka disamping tetap mempertahankan Sistem Boarding School (santri mondok di asrama), mulai sekarang juga membuka Sistem Full Day School (santri tidak mondok di asrama). Pendaftarannya sudah dibuka baik secara Online maupun Offline. Silakan Anda  klik di sini untuk mendapatkan info lengkap.

Terima kasih.
Wassalamu'alaikum wr. wb.

Baca Selengkapnya ....

PSB PMT Hamka TP 2015-2016

Posted by Pesantren HAMKA Sabtu, 14 Februari 2015 0 komentar

PSB PMT Hamka TP 2015-2016

Pesantren Modern Terpadu Prof. DR. HAMKA mulai bulan 1 Februari 2015 membuka Pendaftaran Calon Santri & Santriwati Baru Tahun Pelajaran 2015/2016. Sama seperti 3 (dua) tahun terakhir ini, maka untuk Tahun Pelajaran 2015/2016 ini Pesantren Modern Terpadu Prof. DR. Hamka juga akan menerima Santri Putra dan Putri (Santri dan Santriwati).

Pendaftaran dibuka mulai 01 Februari 2014 sampai 13 Juni 2015.
Prosedur Pendaftaran dengan Konsep 4L yaitu Langsung Daftar, Langsung Tes, Langsung Diumumkan, dan Langsung Daftar Ulang. Prosedur ini bertujuan untuk memudahkan calon santri dan orang tua santri yang berdomisili sangat jauh dari kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman (seperti dari Jambi, Pasaman, Riau, Bengkulu dan lain-lain). Jadi agar orang tua tidak terlalu repot bolak balik dari jauh membawa anaknya untuk mengurus pendaftaran, maka kami jalankan Konsep 4L ini sehingga proses pendaftaran sampai pendaftaran ulang dapat diselesaikan dalam 1 (satu) hari. Jika sudah selesai mendaftar ulang maka santri boleh pulang dan selanjutnya orang tua hanya mengantarkan saat anak masuk Asrama pada tanggal 14 Juni 2015.

Calon Santri/Santriwati yang belum sempat mengikuti Tes dengan konsep 4L di atas, dapat mengikuti TES KOLEKTIF yang akan diadakan nanti pada tanggal 13 Juni 2015.

Persyaratan Pendaftaran

  1. Foto copi Rapor Kelas 5 SD untuk yang akan masuk SMP atau Foto copi Rapor Kelas 8 untuk yang akan masuk SMA, 
  2. Foto copi KK (kartu keluarga) dan 
  3. Pas Photo 3x4 masing-masing 1 (satu) lembar.
  4. Uang Pendaftaran Rp.150.000,- 

PENDAFTARAN SECARA ONLINE:

Jika belum sempat datang langsung ke Pesantren, calon santri dapat juga melakukan pendaftaran secara Online. Klik di sini untuk melakukan pendaftaran Online.
Pendaftaran Siswa Baru PMT Hamka Secara Online
Klik di sini untuk melakukan Pendaftaran Online
Penjelasan mengenai cara registrasi/pendaftaran Online dapatkan informasinya di sini.

Materi Seleksi: 

  • Tes Tertulis (Pengetahuan Umum dan Agama), 
  • Tes Lisan (Wawancara) dan 
  • Tes Praktek Ibadah (praktek Shalat dan Baca al-Quran).
Bagi calon santri yang telah lulus seleksi dipersilakan segera melakukan Pendaftaran Ulang selambat-lambatnya tanggal 14 Juni 2015.

Syarat-syarat Pendaftaran Ulang

  1. Menyerahkan photo copi Ijazah dan SKHU 2 rangkap
  2. Menyerahkan photo copi  kartu NISN 1 lembar
  3. Menyerahkan pas foto ukuran 2 x 3 = 8 lembar dan 3 x 4 = 5 lembar
  4. Membayar Uang Masuk PMT Hamka
  5. Membayar Uang Bulanan Juli 2015

Penghargaan Khusus:

  • Juara 1 di kelas V SD/Sederajat dan kelas VIII SMP/Sederajat di GRATISKAN Uang Pembangunan.
  • Alumni SMP PMT Prof. DR. Hamka yang melanjutkan ke SMA PMT Prof. DR. Hamka diGRATISkan  Uang Pembangunan.

Hubungi Kami:

Jika masih ada yang belum jelas atau ada yang ingin ditanyakan silakan Anda hubungi kami:

  • Ust. Herison. A, SH 0812 6688 0460
  • Ust. Drs. Bobby Hendri 082384844122
  • Ust. Andika Figora, S.Th.I 081374632116
  • Ust. Fajrin, S.SosI, S.PdI 0813 6326 1886



Baca Selengkapnya ....

Wasiat Buat Kaum Materialis

Posted by Pesantren HAMKA Kamis, 27 Februari 2014 1 komentar

Wasiat Buat Kaum Materialis

Salah seorang sahabat yang amat dikenal kezuhudannya adalah Abu Dzar al-Ghifari. Khalid Muhammad Khalid, dalam kitab rijal Haul al-Rasul (Biografi 60 sahabat Nabi, edisi terjemahan), menyebut bahwa Abu Dzar berasal dari Bani Fhifar. Ghifar adalah suatu kabilah yang tidak mengenal siapa sasarannya ketika membegal di jalanan. Mereka sangat dikenal sebagai biang keladi perampokan ilegal. Mereka adalah sahabat malam dan kegelapan. Celakalah orang yang kesasar atau jatuh ke tangan orang-orang Ghifar dalam perjalanan malam.

Namun abu Dzar menghadap Nabi SAW menyatakan keislamannya. Ia juga berhasil berdakwah di kabilahnya sehingga bani Ghifar menjadi muslim yang taa, tak lagi dikenal sebagai kelompok penjagal, mengedepankan materi demi mencapai kenikmatan duniawi.
Dewasa ini, pola hidup yang dialami bani Ghifar sebelum keislaman mereka masih banyak terjadi di tengah-tengah masyarakat. Demi memenuhi syahwat duniawi, mereka halalkan segala cara. Tidak saja milik pribadi seseorang, kekayaan negara pun bisa mereka rampok. Tidak saja di tengah malam yang kelam, di tengah siang bolong pun mereka beraksi.

Lalu kenapa Abu Dzar berhasil mengubah sikap kaumnya menjadi taat kepada Allah? Ternyata ditemukan beberapa hadis tentang adanya wasiat Rasulullah SAW kepada Abu Dzar yang menjadi pendorongnya untuk berdakwah dan mengubah perilaku diri dan masyarakatnya.
Satu diantara hadis tentang wasiat itu adalah diriwayatkan oleh Imam Ahmad, ath-Thabrani, Ibn Hibban dan lainnya, dimana Abu Dzar r.a. berkata:”Kekasihku (Rasulullah) SAW berwasiat kepadaku dengan 7 (tujuh) hal.”

Adapun tujuh wasiat itu adalah: pertama, mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka.” Rasulullah SAW dikenal sangat dekat dengan orang-orang lemah (mustadh’afin). Bahkan sahabat-sahbatnya di era awal (assabiqun al-awwalun) kebanyakan mereka adalah berasal dari kelompok lemah. Karena itu ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW mendapat respons yang sangat besar dikala itu. Sebab, masyarakat Arab yang dikenal dengan era Jahiliyah itu menampilkan strata sosial dengan pemisahan yang demikian tegas antara kelompok kaya dan miskin. Penindasan kaum kaya lagi kuat begitu nyata terhadap kaum yang lemah, bahkan mereka diperbudak, dirampas kebebasan dan hak-hak kemanusiaannya.


Di era modern dewasa ini, kesenjangan sosial masih saja terasa. Orang-orang lemah lagi miskin masih terlihat jelas di seantero nusantara ini. Maka cintailah mereka dengan memberikan bantuan, perhatian dan juga mendoakan mereka agar terbebas dari kemiskinan.

Para pemimpin sejatinya berpihak pada mereka, berupaya mengangkatnya dari penderitaan dan kesusahan, baik yang diakibatkan oleh kemiskinan maupun kebodohan. Bukan justru menjadikan mereka objek sekaligus alat untuk melanggengkan kekuasaan dengan mengatasnamakan “rakyat” tetapi justru merampas hak-hak mereka. Bukankah korupsi bentuk konkrit dari penindasan dan perampasan hak-hak si miskin?

Kedua, “lihatlah orang yang berada di bawah dan tidak melihat kepada orang yang berada di atas.” Tidak bisa disangkal, salah satu penyebab kerakusan manusia adalah ketika membandingkan dirinya dengan orang lain yang lebih sukses dalam urusan duniawi. Akibatnya, rasa dengki pun tumbuh subur. Mereka cenderung menghalalkan segala cara agar bisa sebanding dengan yang di atas. Jika keinginan itu tidak tercapai, maka mereka cenderung mengalami stres hingga depresi. Kebahagiaan dan ketenangan hidup pun tak lagi mereka rasakan.

Karena itu, perbanyaklah melihat ke bawah. Berbagai persoalan hidup yang sulit dihadapi dengan lapang dada (sabar dan ridha). Sebab ujian yang ditimpakan dalam setiap kehidupan tidak saja kita sendiri yang mengalaminya, tetapi masih ada orang lain yang lebih menderita; jadikanlah mereka sebagai pelajaran. Maka hanya sabar dan syukur yang menjadi pilihan. Dengan begitu pola hidup materialis dan hedonis tak lagi menjadi tujuan dan kebanggaan.

Ketiga, “menyambung silaturrahim meskipun mereka berlaku kasar pada-ku.” Kemajuan suatu bangsa tidak akan dapat terwujud tanpa persatuan dan kesatuan. Namun untuk merajut persatuan dan kesatuan itu tidaklah mudah. Ada saja orang-orang yang berlaku dan berkata kasar sehingga mengakibatkan perpecahan antara sesama. Karena itu, Rasul mewasiatkan agar tetap menyambung silaturrahim dengan mereka.

Di sinilah dibutuhkannya jiwa yang lembut lagi pemaaf. Demi mengedepankan persatuan dan kesatuan, seseorang yang mengaku umat Muhammad dan mencintainya, harus rela memaafkan dan membuang rasa dendam. Dan sifat itu pulalah yang dimiliki oleh hamba yang bertakwa (QS. Ali Imran/3:134).

Keempat, “memperbanyak ucapan la haula wala quwwata illa billah” (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah). Ucapan ini mendidik setiap mukmin untuk menyandarkan dirinya hanya kepada Allah SWT. Setiap mukmin haruslah bertawakkal kepada-Nya.

Di satu sisi mereka tetap tekun berusaha, tetapi hati mereka tetap bergantung pada Allah. Haruslah disadari bahwa manusia adalah makhluk yang lemah, hanya Allah-lah yang dapat memberikan pertolongan.

Dampak dari sikap tawakkal seperti ini adalah senantiasa mengingat Allah di setiap aktivitas yang dilakukannya. Ketika muncul kondisi yang menggoda mereka untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan perintah Allah, di saat itu mereka akan mengingat Allah sehingga godaan itu dihindarkan. Sebab itu mereka senantiasa dicintai Allah (QS. Ali Imran/3: 159).

Kelima, “katakanlah kebenaran meskipun pahit.” Ketika kebenaran diperjuangkan, kebathilan pun selalu mengiringinya. Maka butuh keberanian (syaja’ah) untuk mengatakan dan memperjuangkan kebenaran tersebut. Namun ketika kebenaran itu tak lagi populer, akan ditemukan sejumlah rintangan. Di sinilah dibutuhkan pengorbanan, meskipun resiko yang diperoleh sangat “pahit” dan menyakitkan.

Keenam, “tidak takut celaan orang yang mencela dalam berdakwah kepada Allah.” Dalam memperjuangkan kebenaran, celaan dan cercaan kerap kali menghadang. Karena itu, Rasul mewasiatkan agar tetap berani dan tidak takut (jubun) dalam berdakwah, mengajarkan ajaran Allah.

Kegiatan dakwah tidak boleh terhenti hanya karena mendapat cacian. Perjuangan dakwah juga tidak boleh menyimpang karena mendapat dukungan dan pujian dari pihak-pihak tertentu. Dakwah dilakukan mesti tetap konsisten dan lurus atas niat ikhlas karena Allah semata. Hanya Allah-lah yang berhak menganugerahkan kemuliaan bagi hamba-hambaNya yang selalu berjuang dan menolong agama Allah (QS. Muhammad/47:7).

Ketujuh, “jangan meminta-minta sesuatu pun kepada manusia.” Sebagai hamba yang diperintahkan bertawakkal kepada-Nya, maka seorang mukmin tidaklah patut untuk meminta-minta kepada sesama manusia; apalagi menyerahkan diri kepada sesama manusia.

Syekh Sulaiman al-Rasuli dalam kitabnya “Izalat al-Dhalal fi Tahrim al-Idza’ wa al-sual” menegaskan bahwa ada 3 (tiga) kemudaratan meminta-minta. Pertama, orang yang meminta-minta itu memperlihatkan jelas kepada Allah atas kurangnya nikmat yang diterimanya. Kedua, meminta-minta merupakan perbuatan yang menghinakan diri si peminta-minta, dan orang mukmin sejati tidak akan pernah merendahkan dan menghinakan dirinya di depan orang lain. Ketiga, membuat orang yang memberi merasa kesusahan atas permintaan tersebut dikarenakan si peminta-minta tidak pantas untuk diberi karena keadaannya tidak dalam kesusahan dan pada sisi lain merasa iba kepada si peminta-minta tersebut.
Namun Syekh Sulaiman juga mengemukakan bahwa meminta-minta itu dibolehkan dalam keadaan terpaksa, seperti orang yang sangat lapar dan takut mati karena kelaparan tersebut, akan tetapi perilaku meminta-minta mesti dijauhi sedapat mungkin.

Meminta-minta juga tidak saja dipahami dalam konteks orang-orang miskin yang meminta-minta di jalanan. Tetapi lebih luas dari itu, larangan ini juga berlaku pada orang-orang yang meminta jabatan pada seseorang. Rasul bersabda:”Wahai Abdurahman Ibn Samurah, janganlah engkau meminta jabatan! Sungguh bila engkau diberi jabatan karena memintanya niscaya engkau akan dibuat tergantung (susah) kepadanya. Sedangkan bila engkau diberi tanpa memintanya, engkau akan ditolong untuk menunaikannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tujuh wasiat di atas pada hakikatnya tidak saja berlaku pada Abu Dzar saja, namun juga kepada semua umat manusia, terutama orang-orang yang mengaku sebagai umat Muhammad. Tujuh wasiat itu masih tetap relevan, terutama bagi masyarakat modern yang kerap kali terjerumus pada kehidupan yang materialis, hedonis dan melupakan hari akhirat. Wallahu a’lam.(*)
Sumber:    
Dari koran Padang Ekspres, Jum'at 21 Februari 2014 Halaman 4; Penulis, Muhammad Kosim (Kasi PAI pada Pendidikan Menengah, Bidang PAKIS Kanwil Kemenag Sumbar), ditulis ulang oleh Admin

Baca Selengkapnya ....

PRESTASI SANTRI

Posted by Pesantren HAMKA Kamis, 06 Februari 2014 0 komentar

PRESTASI SANTRI PESANTREN HAMKA

Banyak sekali prestasi-prestasi yang pernah diraih oleh santri Pesantren Hamka. Semenjak berdiri pada tahun 1991 para santrinya telah banyak mengukir prestasi diberbagai pertandingan dan perlombaan. Begitu juga dibidang akademis anak-anak pesantren hamka selalu saja lulus 100 % dalam Ujian Akhir Nasional (UN) bahkan diantaranya ada yang mendapat peringkat I.

Beberapa prestasi santri Pesantren Hamka yang diraih pada tahun 2014:

  1. Peringkat I Nilai UN Tertinggi se Kab. Padang Pariaman SMP PMT Prof. DR. Hamka TP. 2012-2013 dan Peringkat V se Sumatera Barat. (Lulus UN 100%)
  2. Juara Umum Putra Kejuaraan Tapak Suci se Sumatera di Padang tahun 2013.
  3. Juara I Festival Nasyid Antar SMA se Sumatera Barat tahun 2013.
  4. Juara I Lomba Asma’ul Husna Antar SMA Se Kab. Padang Pariaman (2012).


Baca Selengkapnya ....

Donatur Pesantren Hamka 2014

Posted by Pesantren HAMKA Senin, 03 Februari 2014 0 komentar

Donatur Pesantren Hamka 2014


Yayasan Wawasan Islam Indonesia (YWII) Pesantren Modern Terpadu Prof. DR. HAMKA ini adalah milik umat Islam. Dia lahir dan tumbuh sampai sekarang karena bantuan dari umat Islam dari berbagai kalangan baik dari kalangan personal maupun dari Lembaga/Perusahaan serta Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah bahkan juga bantuan dari para alumninya. Karena seperti kita ketahui Pesantren Hamka yang berdiri semenjak tahun 1991 telah banyak melahirkan alumni-alumni dan diantaranya ada yang sudah berhasil dan sukses.
Pesantren ini masih dapat tetap berdiri kokoh karena selama ini selalu dibantu oleh semua pihak yang merasa memiliki tanggung jawab dan kewajiban memajukan pendidikan dan memperkuat eksistensi Islam di dalam sendi-sendi kehidupan manusia.

Oleh karena itu sebagai pengelola Pesantren Modern Terpadu Prof. DR. HAMKA, Yayasan Wawasan Islam Indonesia (YWII) selalu membuka tangan menerima sumbangan dari semua donatur yang berkenan mengulurkan tangannya membantu untuk meningkatkan mutu pendidikan, mutu sarana prasarana, mutu dan kualitas layanan. Dan yayasan juga membuka tangan menerima sumbangan dari semua pihak yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai pesantren (guru dan karyawan) agar mereka semakin bersemangat mengabdikan diri mereka untuk kemajuan Pesantren Hamka ini. Karena tidak mungkin sebuah lembaga pendidikan akan bisa maju jika kesejahteraan pegawainya tidak diperhatikan.
Sekecil/sebesar apapun sumbangan yang Bapak/Ibu/Saudara/Saudari berikan kepada Pesantren Hamka sangat berarti sekali dan kami akan mencatatnya serta mempertanggungjawabkan pemanfaatannya.

O ya, mulai bulan Januari yang baru lalu sampai dengan bulan Juni 2014 Pesantren Hamka sedang gencar melakukan promosi dalam rangka merekrut calon-calon santri dan santriwati baru. Berbagai usaha  dilakukan diantaranya bikin brosur, spanduk, baliho, iklan di koran bahkan kalau mungkin iklan di TV. Semua itu tentu membutuhkan dana yang cukup besar, namun yayasan tidak memiliki dana untuk ini, karena itu

Tata Cara Memberikan Sumbangan:

Agar sumbangan yang Bapak/Ibu/Saudara/Saudari berikan kepada Yayasan Wawasan Islam Indonesia (YWII) Pesantren Modern Terpadu Prof. DR. HAMKA ini dapat sampai dan termonitor serta dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya kami harap Bapak/Ibu/Saudara/Saudari dapat mengikuti prosedur sederhana berikut ini:
  1. Silakan Bapak/Ibu/Saudara/Saudari hubungi No. HP Pak Herison. A, SH 0812 6688 0460 (Sekretaris YWII PMT Hamka) untuk menyampaikan maksud Bapak/Ibu/Saudara/Saudari yang akan memberikan bantuan dan akan menransfernya ke rekening Pembangunan Yayasan Wawasan Islam Indonesia (YWII) Pesantren Modern Terpadu (PMT) Prof. DR. HAMKA (Pembangunan YWII PMT HAMKA) di BRI No. Rekening 5491-01-006459-53-6.
  2. Langkah selanjutnya silakan Bapak/Ibu/Saudara/Saudari melakukan transfer sejumlah yang direncanakan ke nomor rekening tersebut di atas.
  3. Kemudian setelah langkah ke-2 dilakukan mohon Bapak/Ibu/Saudara/Saudari konfirmasi ke No.HP tersebut di atas dengan format SMS sebagai berikut: "Nama Lengkap Donatur, Alamat,Transfer Tgl, Nilai Sebesar Rp. ....., donatur tetap/tidak tetap*"
Contoh SMS: 
Amir, Jakarta, Jum'at/07-02-2014 transfer ke rek. 5491-01-006459-53-6, Rp.1.000.000, donatur tetap
 Amir, Jakarta, Jum'at/07-02-2014 transfer ke rek. 5491-01-006459-53-6, Rp.1.000.000, donatur tidak tetap
Note:  * Jika Bapak/Ibu/Saudara/Saudari berkeinginan menjadi donatur tetap Yayasan Wawasan Islam Indonesia (YWII) Pesantren Modern Terpadu Prof. DR. HAMKA, mohon ditambahkan dengan "donatur tetap".
Jika 3 langkah sederhana tersebut sudah Bapak/Ibu/Saudara/Saudari lakukan, setelah SMS kami terima maka Bendahara Yayasan kami akan segera melakukan pengecekan ke Rekening Bank BRI. Jika sudah masuk, maka secepatnya Bapak/Ibu/Saudara/Saudari kami SMS mengabarkan bantuan Bapak/Ibu/Saudara/Saudari sudah kami terima dengan baik, dan mengucapkan terima kasih.
Selanjutnya untuk menjamin transparansi dan menjaga kepercayaan donatur kepada yayasan maka setiap bantuan yang diterima akan kami cantumkan pada Tabel 01 di bawah ini dan ke dalam Buku Daftar Donatur di Kantor Yayasan.
Selanjutnya untuk apa saja digunakan bantuan donatur juga akan kami laporkan dan kami tulis ke dalam Tabel 02 di bawah ini dan ke dalam Buku Pengeluaran Yang Dananya Bersumber dari Donatur di Kantor Yayasan.

Tabel 01: Daftar Pemasukan Dana Yang Bersumber Dari Donatur Personal/Lembaga/Perusahaan Tahun 2014

No Nama Donatur Alamat Tgl.Terima Nilai (Rp)
1 Ilham (ikatan Alumni Hamka Padang
2 juta
2 Bpk. Taslim, S.Si
(Angg DPD RI)


utk Spanduk dan
Baliho PSB










Tabel 02: Laporan Pengeluaran Dana Yang Bersumber Dari Sumbangan Donatur Tahun 2014

No Digunakan UntukTgl.dimulai Rampung Nilai (Rp)
1 Bikin Spanduk 10 buah,
Baliho 1 buah
Baju Club Olah Raga 18 buah



2 Bikin Spanduk PSB 5 buah
dan Baliho PSB 5 buah














Atas perhatian dan bantuan Bapak/Ibu/Saudara/Saudari berikan kepada Yayasan Wawasan Islam (YWII) Pesantren Modern Terpadu (PMT) Prof. DR. Hamka, kami menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya, semoga semua ini menjadi amal jariah bagi Bapak/Ibu/Saudara/Saudari dan menjadi berkah bagi santri yang menempuh pendidikan di pesantren ini. Amiinn ya rabbal alamin.

Sarana dan Prasarana:

Berikut ini kami sampaikan beberapa informasi tentang sarana dan prasarana pesantren yang perlu direnovasi, dibangun baru, dirampungkan atau diperbaiki.
  1. Membangun baru Masjid Babussalam
  2. Merampungkan Pondokan Kepala Asrama (sudah siap 70%)
  3. Membangun baru Pondokan Pembina dan Karyawan
  4. Renovasi Pondokan/Asrama Muhammad Abduh


Baca Selengkapnya ....
Belajar SEO dan Blog support Online Shop Aksesoris Wanita - Original design by Bamz | Copyright of PMT Prof. DR. HAMKA.